Monday, August 8, 2011

Download Maher Zain mp3 | Maher Zain Lyric

Maher Zain mp3. Siapa sih Maher Zain itu? saya sendiri kurang tahu mengenai sosok penyanyi yang satu ini, tapi kok di google insights rame ya.wkwk :d
berikut biografi Maher Zain:

Maher Zain adalah seorang penyanyi Swedia dan produser musik asal Lebanon. Album pertamanya ‘Thank You Allah’ Versi Perkusi eksklusif dan Versi Perancis. Dia bernyanyi dalam bahasa Inggris, Arab, Urdu, Turki dan Melayu. dari 13 lagu dan dua lagu bonus dirilis pada tanggal 1 November 2009. Musik videonya di Youtube telah kolektif memperoleh lebih dari 4 juta view.

biografi maher zain
Maher Zain

Maher Zain lahir pada tahun 1982 di Libanon. Keluarganya pindah ke Swedia ketika Maher berumur delapan tahun, di mana ia melanjutkan sekolahnya. Maher mampu menguasai keyboard pertama ketika ia berumur sepuluh tahun. Dia kemudian memasuki Universitas dan mendapat gelar sarjana dalam Aeronautical Engineering Selama masa remajanya, dia menghabiskan malam sampau larut dengan teman-teman sekolahnya di mana mereka bernyanyi, rap, menulis dan bereksperimen dengan musik dalam segala hal. Musik yang di bawakan oleh Maher Zain terinspirasi oleh sang ayah yang juga seorang musisi handal di kota Tripoli, Lebanon.

ya itulah sedikit tentang biografi Maher Zain

Bagi yang suka dan mau Download Maher Zain mp3, silahkan download di bawah ini:

Maher Zain mp3 - InsyaAllah feat. Fadly Padi






    Lirik Lagu Maher Zain - InsyaAllah:

    Everytime you feel like you cannot go on
    You feel so lost
    That your so alone
    All you is see is night
    And darkness all around
    You feel so helpless
    You can`t see which way to go
    Don`t despair and never loose hope
    Cause Allah is always by your side

    Insya Allah 2x Insya Allah you`ll find your way
    Everytime you can make one more mistake
    You feel you can`t repent And that its way too late
    Your`re so confused,wrong decisions you have made
    Haunt your mind and your heart is full of shame

    Don`t despair and never loose hope
    Cause Allah is always by your side
    Insya Allah 2x
    Insya Allah you`ll find your way
    Insya Allah 2x Insya Allah you`ll find your way
    Turn to Allah He`s never far away
    Put your trust in Him Raise your hands and pray
    OOO Ya Allah
    Guide my steps don`t let me go astray
    You`re the only one that showed me the way, Showed me the way 2x
    Insya Allah 2x Insya Allah we`ll find the way

    Kisah Alkemi


    Diadaptasi dari: Hazrat Inayat Khan
    Pernahkah anda mendengar istilah Alkemi? Alkemi dikenal sebagai sebuah ilmu yang mampu mengubah
    besi menjadi emas. Dalam banyak kisah, beberapa orang menganggapnya sebagai sebuah sihir belaka,
    tetapi yang lain percaya bahwa ilmu itu benar-benar ada. Dan, siapa yang tak tergiur untuk bisa menguasai
    ilmu alkemi? Hanya dengan kemampuan alkemi, ia bisa mengubah besi menjadi emas dan tentu menjadi
    kaya-raya.
    Alkisah, di sebuah negara di Timur ada seorang Raja yang hendak mencari orang yang benar-benar
    mengerti tentang alkemi. Sudah banyak orang datang pada Raja, tetapi ketika diuji, mereka ternyata tidak
    mampu mengubah besi menjadi emas.
    Suatu ketika seorang menteri berkata pada Raja bahwa di sebuah desa terdapat seseorang yang hidup
    sederhana dan bersahaja. Orang-orang di sana mengatakan bahwa ia menguasai ilmu alkemi. Segera saja
    Raja mengirimkan utusan untuk memanggil orang itu. Sesampainya di istana, Raja mengutarakan
    maksudnya ingin mempelajari ilmu alkemi. Raja akan memberikan apa yang diminta oleh orang itu. Tetapi
    apa jawab orang desa itu, “Tidak. Saya tidak mengetahui sedikit pun ilmu yang Baginda maksudkan.”
    Raja berkata, “Setiap orang memberitahu aku bahwa engkau mengetahui ilmu itu.”
    “Tidak, Baginda,” jawabnya bersikeras. “Baginda mendapatkan orang yang keliru.”
    Raja mulai murka dan mengancam. “Dengarkan baik-baik!” kata Raja. “Bila kau tak mau mengajariku ilmu
    itu, aku akan memenjarakanmu seumur hidup.”
    “Apa pun yang Baginda hendak lakukan, lakukanlah. Baginda mendapatkan orang yang keliru”
    “Baiklah. Aku memberimu waktu enam minggu untuk memikirkannya. Dan, selama itu kau akan dipenjara.
    Jika pada akhir minggu ke enam kau masih berkeras hati, aku akan memenggal kepalamu.”
    Akhirnya orang itu dimasukkan ke dalam penjara. Setiap pagi Raja datang ke penjara dan bertanya, “Apakah
    kau telah berubah pikiran? Maukah kau mengajariku alkemi? Kematianmu sudah dekat, berhati-hatilah.
    Ajari aku pengetahuan itu.”
    Orang itu selalu menjawab, “Tidak Baginda. Carilah orang lain. Carilah orang lain yang memiliki apa yang
    Baginda inginkan, saya bukanlah orang yang Baginda cari.”
    Setiap malam ada seorang pelayan yang melayani orang itu dalam penjara.
    Pelayan itu berkata bahwa Raja mengirimnya untuk melayani orang itu sebaik-baiknya. Pelayan itu
    menyapu lantai serta membersihkan ruangan penjara itu. Pelayan itu juga selalu mengantarkan makanan
    dan minuman untuk orang itu, memberikan simpati kepadanya, melakukan apa saja yang diminta oleh
    orang itu, dan bekerja apa saja selayaknya seorang pelayan. Pelayan itu selalu menanyakan, “Apakah anda
    sakit? Apakah ada sesuatu yang dapat saya lakukan untuk anda? Apakah anda lelah? Bolehkah saya
    membersihkan tempat tidur anda? Maukah anda bila saya mengipasi anda hingga anda tertidur, udara di
    sini panas sekali.” Dan, segala sesuatu yang bisa pelayan itu lakukan, maka ia lakukan saat itu juga.
    Hari terus belalu. Dan, kini tinggal satu hari lagi sebelum kepala orang itu dipenggal. Pagi hari Raja
    mengunjungi dan berkata, “Waktumu tinggal sehari.
    Ini kesempatan bagimu untuk menyelamatkan nyawamu sendiri.”
    Tetapi orang itu tetap saja berkata, “Tidak Baginda. Yang Baginda cari bukanlah hamba.”
    Pada malam hari, sebagaimana biasa pelayan itu datang. Orang itu memanggil pelayan itu untuk duduk
    dekat dirinya kemudian diletakkan tangannya di bahu pelayan itu dan berkata, “Wahai orang yang malang.
    Wahai pelayan yang malang. Engkau telah berlaku sunguh baik terhadap diriku. Kini aku akan membisikkan
    di telingamu sebuah kata tentang alkemi. Sebuah kata yang akan membuatmu mampu mengubah besi
    menjadi emas.
    Pelayan itu berkata, “Aku tak tahu apa yang kau maksudkan dengan alkemi.
    Saya hanya ingin melayani anda. Saya sungguh sedih bahwa besok anda akan dihukum mati. Itu sungguh
    mengoyak hatiku. Saya harap saya bisa memberikan jiwa saya untuk menyelamatkan anda. Seandainya
    saya bisa, sungguh saya sangat bersyukur.”
    Sang alkemi menjawab, “Lebih baik aku mati daripada memberikan ilmu alkemi ini kepada orang yang tidak
    layak menerimanya. Ilmu yang baru saja aku berikan kepadamu dalam simpati, dalam penghargaan, dan
    dalam cinta, tak akan kuberikan kepada Raja yang akan mengambil nyawaku besok. Mengapa demikian?
    Karena engkau pantas menerimanya, sedangkan Raja itu tidak.”
    Esok harinya, Raja memanggil sang alkemi dan memberikan peringatan terakhir.
    “Ini adalah kesempatan terakhirmu. Kau harus mengajariku ilmu alkemi, bila tidak lehermu harus
    dipenggal.”
    Sang alkemi menjawab, “Tidak Baginda, anda mendapatkan orang yang keliru.”
    Raja pun, “Baiklah. Aku putuskan kau untuk bebas, karena kau telah memberikan alkemi itu padaku.”
    Sang alkemi keheranan, “Kepadamu? Saya tidak memberikannya pada Baginda Raja. Saya telah
    memberikannya pada seorang pelayan.”
    “Tahukah kau, bahwa orang yang melayanimu setiap malam adalah aku,” jawab sang Raja.
    Renungan Editor: Banyak orang menginginkan emas dalam hidupnya dengan mempelajari alkemi. Tetapi
    saat ia mencapai tujuannya, bukan emas yang ia temukan, justru ia sendiri menjadi emas itu.

    Baca Cerita Lainya...


    Thursday, August 4, 2011

    Filosofi Pohon Bambu


    Diceritakan di suatu desa yang begitu sejuk dinaungi pepohonan rindang, telah tumbuh sebatang pohon mahoni yang begitu besar, menjulang tinggi seolah-olah ingin memberitahukan dunia betapa kuatnya dia. Tampak dia begitu memancarkan pesona wibawa bagi siapapun yang melihatnya.

    Ternyata tak jauh dari tempat pohon mahoni itu berada, tumbuhlah serumpun kecil bambu. Jika dilihat kasat mata, sungguh suatu pemandangan yang begitu kontras, bagaikan langit dan bumi. Pohon mahoni yang begitu gagah dengan ranting-ranting besar, dan bambu yang begitu ramping, dengan dahan yang melengkung ke bawah. seakan begitu ringkih.

    Walaupun berbeda, mereka selalu hidup berdampingan. Sang bambu yang rendah hati selalu menyapa pohon mahoni setiap hari, hampir setiap waktu mereka berbincang dan berbincang.

    Namun pohon mahoni selalu menyombongkan diri, betapa besar dan hebatnya dia,dan betapa perkasa dan kuatnya dia.  namun sang bambu tidak pernah jenuh mendengarkan kesombongan si pohon mahoni sambil tersenyum. dan tetap setia. Dia selalu mengomentari segala ucapan mahoni dengan pujian, dengan tulus hati. dan tanpa merasa paksaan

    Suatu malam, hujan deras menguyur desa tersebut disertai angin yang berhembus kencang. Suara gemuruh guntur turut menambah suasana semakin mencekam. Banyak pohon bertumbangan karena tidak kuat menghadapi hembusan angin kencang. Si pohon mahoni dan bambu pun turut terkena terpaan angin kencang, mereka mencoba bertahan dan berusaha untuk tidak tumbang.

    Sang pohon mahoni yang panik, berusaha menahan angin kencang tersebut dengan badan nya yang besar. Namun badannya tidak cukup besar untuk menahan laju angin yang begitu kencang, dan akhirnya tumbanglah pohon mahoni tersebut.

    Sang bambu yang berada disampingnya, tak terelakkan juga harus menghadapi tiupan angin kencang. Berbeda dengan mahoni yang mencoba menahan deruan angin kencang dengan dahannya yang kokoh, bambu hanya mengikuti kemana pun arah tiupan anginnya. Dengan fleksibelnya dia bergemulai dengan hembusan angin.

    Angin kencang pun berlalu, sang bambu tetap berdiri di atas tanah, di samping pohon mahoni yang tumbang akibat terpaan angin kencang.

    Dalam pencapaian sukses, manusia selalu dihadapi oleh realitas masalah yang selalu datang silih berganti. Untuk mencapai sukses, kita harus mampu menghadapinya dengan cara yang paling fleksibel. Kita harus mengetahui sumber permasalahan dan mencari jalan keluar terbaik.

    Seperti sebatang bambu yang mengikuti terpaan angin, kita juga harus menyikapi masalah secara fleksibel, terbuka, tidak terpaku pada satu macam penyelesaian. Karena bila kita bersikap kaku, menggangap diri kita paling hebat dan kuat, tidak peduli dengan orang lain, niscaya kita akan tumbang seperti pohon mahoni yang besar.