Thursday, April 14, 2011

Satu Takdir Yang Sama

Satu Takdir Yang Sama.
Tak peduli apakah anda percaya akan adanya takdir atau tidak, sejatinya kita ini memiliki satu takdir yang sama; yaitu menjadi manusia yang berbahagia. Tak butuh lebih dari satu kata untuk menjabarkan kebahagiaan. Karena kebahagiaan bukan untuk didefinisikan, namun dipahami dan dipancarkan dari dalam diri anda.
Tak peduli apa warna kulit, bentuk mata, dan garis rambut anda. Tak peduli pula apa bahasa, keyakinan dan pegangan anda. Kita semua berhak menjadi bahagia. Dan semua ajaran kebijakan mengajak kita untuk membebaskan diri dari hambatan-hambatan yang membuat kita tak bahagia. Karena itu, tiada salahnya setelah menyisihkan waktu di akhir pekan ini untuk merenungi semua perjalanan yang sedang kita lalui,
sambil menatap jauh ke depan dan ke dalam diri, kita tuliskan tujuan hidup: untuk mencapai sebuah kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang membebaskan kita dari sekat-sekat antar sesama. Dan itu dimulai
dengan membebaskan diri dari sekat ego kita sendiri.

Tahukah Anda.
Dinasti Sui, yang berkuasa antara tahun 600 M mencurahkan perhatian  selama kekuasaannya pada usaha pembangunan Kanal Besar China.
Kanal selebar 100 feet itu pada tepiannya dibangun jalan dan ditumbuhi pohon, merentang sepanjang 1.000 mil. Kanal itu selesai setelah pembangunan selama 25 tahun, dengan korban manusia yang sangat besar. Hampir 5,5 juta orang terlibat dalam pembangunan Kanal Besar China. Diperkirakan 2.5 juta orang tewas akibat kerasnya lingkungan pembangunan, dan kondisi kerja yang kejam. Kanal yang merentang dari Beijing ke Hangchow itu, masih dapat dilayari sejak 1.400 tahun yang lalu hingga sekarang.

Kata Bijak Hari Ini.
Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan belum tentu
sama nilainya dengan setetes budi.
(Phytagoras)

Wednesday, April 13, 2011

Berhati-Hatilah Dengan Puiian

Berhati-Hatilah Dengan Puiian.
Pujian mungkin bisa menumbuhkan kepercayaan diri. Namun pujian  adalah rangkaian kata-kata yang harus anda waspadai. Ketika anda menerima pujian, dalam hati anda tersanjung, lalu mengangguk-angguk
membenarkannya. Sesaat kesadaran anda lenyap terbuai oleh perasaan yang luar biasa nikmat. Ini keruntuhan pertama. Berhati-hatilah dengan pujian. Perlakukan ia seperti anda melihat ular berkulit indah namun  menyemburkan racun. Keruntuhan selanjutnya terjadi, bila anda mulai berkarya karena mengharap pujian. Pujian itu bagai air laut. Semakin banyak diminum, semakin hauslah anda. la membunuh anda perlahan-lahan. Bukan karena terlalu banyak garam yang anda reguk. Namun, karena kerakusan anda yang tak terpuaskan. Bekerjalah dengan tulus, karena anda memiliki tujuan mulia untuk ditunaikan. Siapkan keranjang sampah besar untuk menyingkirkan semua pujian yang datang. Anda sama sekali tak memerlukan pujian. Anda memiliki jalan anda sendiri.

Tahukah Anda.
Di abad ke 17, di Eropa dikenal tindak kejahatan penculikan anak-anak yang dilanjutkan dengan membentuk mereka menjadi makhluk aneh. Tindak kejahatan ini disebut "Comprachicos", dimana anak-anak tadi
dihambat pertumbuhannya dengan dipasangi topeng besi permanen atau dibentuk dengan sengaja untuk selanjutnya dijual kepada para bangsawan, sebagai mahluk langka.'The Man in the Iron Mask" karya Alexander Dumas adalah gambaran  tentang Comprachicos di masa itu dimana seorang anak diculik dan
kemudian dipasangi topeng besi. Contoh lain pada 'The Man Who Laughs" karya Victor Hugo, menceritakan tentang seorang anak yang selalu tersenyum karena wajahnya dibentuk demikian akibat Comprachicos.

Kata Bijak Hari Ini.
Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja: siapa tahu. pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kaubenci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja; siapa tahu. pada suatu hari kelak,
ia akan menjadi orang yang kaucintai.
(Imam Ali RA)

Lakukanlah Dengan Kebaikan Hati

Lakukanlah Dengan Kebaikan Hati
Apa pun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati.
Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian, terselip pengorbanan orang lain.Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati. siapa pun rela berkorban untuk keberhasilan anda.
Seorang bijak berujar: "Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu." Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik. ia akan kembali dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih.
Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
Tahukah Anda.
Sebelum kedatangan dan penaklukan bangsa Spanyol di Amerika Selatan, orang Indian Inca tidak mengenal besi, perunggu atau logam lain. Itu sebabnya mereka memiliki emas dalam jumlah yang sangat besar. Mereka tidak hanya menggunakannya sebagai perhiasan, tetapi juga untuk benda keperluan sehari-hari seperti paku. peralatan makan dan memasak, sisir, dan pencabut alis. Jadi dapat dibayangkan bagaimana 'gila'nya orang Spanyol ketika melihat orang Indian setiap hari bersisir menggunakan sisir emas.
Kata Bijak Hari Ini.
Agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup ini, anda harus mendengar jiwa anda. Untuk dapat melakukannya, anda perlu merasakan kesenyapan; yang ditakuti oleh sebagian besar orang, karena dalam kesunyian anda dapat mendengar kebenaran dan melihat pemecahan-pemecahan.
(Deepak Chopra)